Anggapan Bule, Nama Orang Indonesia Itu Aneh
Hi, sobat, apa kabar nih? Ane mau numpang ngeshare tulisan orang bule yang dimuat di www.ibtimes.com. Artikel tersebut ditulis oleh seorang bernama Palash Ghosh.
Nah, sebelum kita bahas lebih jauh isinya, ane mau tanya nih, "siapa nama lengkap presiden pertama dan kedua Indonesia?" (pemegang pemerintahan darurat nggak termasuk, ya)
Jadi, inti dari tulisan yang berjudul "Sukarno, Suharto, Megawati: Why Do Some Indonesians Have Only One Name?" itu seputar pemberian nama anak di Indonesia, gansis. Orang bule heran, "kok bisa-bisanya orang Indonesia (kebanyakan) menamai anak mereka dengan hanya SATU kata?"
Bahkan, nama mantan presiden wanita pertama pun nggak luput dari komentar pedas dalam artikel tersebut. Disebutkan bahwa Megawati memiliki nama belakang Soekarnoputri yang jika diterjemahkan adalah daughter of Soekarno. Menurut mereka ini nggak masuk standar family name.
Sebagaimana kita tahu, banyak orang Indonesia yang hanya menamai anak mereka dengan satu kata seperti: Ahmad, Saepudin, Winarko, Jambrong, dan lain sebagainya tanpa embel-embel nama marga. Menurut mereka, Indonesia itu yang mayoritas penduduknya Muslim setidaknya berkiblat pada sistem penamaan Arab yang menyertakan nama kabilah atau suku.
Nggak heran kalau syarat pembuatan visa Arab Saudi itu harus ada 3 kata. Kalau cuma Ahmad, ya, otomatis nombok 2 kata lagi. Paling sering penambahannya berupa 'Ahmad bin Sulaiman'. Maksudnya menggunakan kata bin diikuti nama bapak.
Dalam tulisan tersebut, seorang Profesor bernama Ariel Heryanto juga menguatkan pandangan para bule. Beliau menambahkan bahwa masyarakat Indonesia itu lebih mengindahkan hukum yang disampaikan secara lisan dibanding yang tertulis. Beliau mencontohkan: di Indonesia, pergantian lampu hijau ke merah itu tidak berarti BERHENTI bagi kebanyakan pengendara, mereka lebih memilih untuk mempercepat laju kendaraan saat lampu berganti warna. Atau orang yang parkir sembarangan padahal ada tulisan 'DILARANG PARKIR!'
Bahkan, yang lebih parah lagi, banyak orang yang suka ngeganti nama mereka ketika dewasa karena satu alasan. Entah karena sakit-sakitan, biar hoki, dan lain sebagainya.
Masih menurut Prof. Heryanto, beberapa daerah yang memiliki marga di Indonesia antara lain Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Maluku. Profesor ini menambahkan bahwa ketiga daerah tersebut merupakan bekas pemukiman misionaris Eropa yang sukses. "Namun, apakah agama mempengaruhi penyematan nama keluarga di tiga daerah tersebut masih harus dikaji lebih dalam," tambah profesor.
Selain itu, profesor juga mengatakan bahwa ada banyak orang Indonesia yang namanya lebih dari dua kata, tetapi tetap saja, hal itu tidak berarti mereka memiliki nama keluarga. Nama yang panjang itu diambil dari berbagai sumber saja.
Jadi gimana menurut sobat? Seberapa penting sih nama keluarga disematkan dalam nama anak?
Kalo kita lihat nama orang bule (kebetulan ane pernah jadi freelancer di sebuah sekolah internasional), nama anak-anak yang adik kakak memang selalu ada family name gitu kayak Cohen Osborne, Tayler Osborne, Sena de Flueter, Isa de Flueter, dsb.
(sumber)

