Cerita soal bongkahan batu besar berwarna hijau di trotoar di Tomang, Jakbar semakin ramai. Kabarnya, batu itu berasal dari Wonogiri, dahulu pemilik rumah di dekat trotoar sengaja menaruh batu itu di situ.
"Awalnya yang punya rumah bawa dari Jawa mau taruh di dalam rumah tapi nggak muat. Akhirnya dia taruh di luar saja. Itu dari Wonogiri," urai Udin, tukang parkir di Jl Mandala, Jumat (8/5/2014).
Sejak delapan bulan lalu, batu itu menjadi perhatian warga. Mereka tak sungkan memahat batu besar itu. Hingga kini hanya tinggal sedikit saja tersisa.
"Lalu rumah sudah dijual, terus jalannya di blok jadi trotoar. Terus warga sekitar yang tahu nyoba gali dapat bagus batunya. Jadinya semua orang ke situ," imbuh Udin.
"Tapi kalau ditanya ke tukang batu kualitas mah nggak bagus," tambah Udin.
Setiap hari ada saja orang yang sengaja mencongkel bagian batu itu. Mulai dari ibu-ibu, anak muda, sampai bapak-bapak.
"Sekarang mah sudah abis itu tadinya gede. Soalnya dulu kalau ada yang punya rumah tidak berani ada yang nyolek. Itu ada 20-30 tahun berada di depan rumah tersebut," tutup Udin.
